EVALUASI DERAJAD KESEHATAN MASYARAKAT

UPT PUSKESMAS SIDOMULYO TAHUN 2009

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Derajat kesehatan yang merupakan pencerminan kesehatan perorangan, kelompok maupun masyarakat digambarkan dengan umur harapan hidup, mortalitas, morbiditas dan status gizi masyarakat. Sehat dalam pengertian secara luas, yakni bukan saja bebas dari penyakit dan kecacatan tetapi juga tercapainya keadaan kesejahteraan baik fisik, sosial dan mental.

  1. Umur Harapan Hidup

Umur harapan hidup (UHH) digunakan untuk menilai derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat baik kabupaten/kota, provinsi maupun Negara. UHH juga menjadi salah satu indikator dalam mengukur Indeks Prestasi Manusia. Adanya perbaikan pada pelayanan kesehatan melalui keberhasilan pembangunan pada sektor kesehatan dapat diindikasikan dengan adanya peningkatan umur harapan hidup saat lahir. Badan Pusat statistik mengestimasikan UHH di Indonesia tahun 2007 sebesar 69,09. Provinsi dengan estimasi UHH tertinggi pada tahun 2007 adalah DIY sebesar 74,56 yang diikuti oleh DKI Jakarta sebesar 74,42 dan Bali sebesar 73,29. Sedangkan Nusa Tenggara Barat menjadi provinsi dengan UHH terendah sebesar 63,25.

Di UPT Puskesmas Sidomulyo Umur Harapan Hidup mengacu pada UHH Kabupaten Lampung Selatan, berdasarkan sumber BPS Provinsi lampung Tahun  2003 65,2 tahun 2004 66,2, tahun pada tahun 2005 67,4, tahun 2006 67,5 dan tahun 2007 68,0.(data tahun 2008 dan 2009 belum tersedia)

Angka harapan hidup waktu lahir tahun 2003-2007 UPT Puskesmas Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan dapat dilihat pada diagram berikut :

Salah satu indkator derajat kesehatan masyarakat adalah angka umur harapan hidup, sehingga tingginya umur harapan hidup menunjukkan tingkat taraf hidup suatu negara. Berdasarkan Kepmenkes Nomor 1202/MENKES/SK/VIII/2003 tentang IIS 2010 dan Pedoman Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten/Kota Sehat, target 2010 untuk Angka Harapan Hidup Waktu Lahir adalah 67,9 tahun.

Berdasarkan hasil susenas 2002 umur harapan hidup di Kabupaten Lampung Selatan adalah 65 tahun untuk laki-laki dan rata-rata 67 tahun untuk wanita. Berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 2005, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004 – 2009, telah ditetapkan bahwa target umur harapan hidup diharapkan meningkat dari 62,2 tahun menjadi 70,6 tahun.

B.          Mortalitas

  1. Kasus Kematian Ibu

Kematian ibu (Maternal) merupakan indikator dari derajat kematian /mortalitas disuatu wilayah. Di wilayah kerja UPT Puskesmas Sidomulyo Angka Kematian Ibu dari tahun ke tahun mengalami kemajuan, diawali pada tahun 2006 dilaporkan adanya 3 kasus kematian ibu hamil yaitu di Desa Kota Dalam, Sidorejo dan Sidomulyo dengan penyebab 2 kasus karena Eklampsia dan 1 kasus karena sesak nafas. Dan pada tahun 2007 dilaporkan adanya 2 kasus kematian ibu yang disebabkan karena perdarahan post partum di desa Suak, dan komplikasi  penyakit jantung terjadi di desa Seloretno. Lalu pada tahun 2008 hanya ada 1 kasus kematian ibu yang dikarenakan karena perdarahan post partum yaitu di Desa Campang Tiga. Kemudian pada tahun 2009 tidak terdapat kasus kematian ibu hamil.

  1. 1. Kematian bayi

Infant Mortality Rate atau Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat, baik pada tatanan kabupaten, provinsi maupun nasional. Selain itu, program-program kesehatan di Indonesia banyak yang menitikberatkan pada upaya penurunan AKB. Angka Kematian Bayi merujuk kepada jumlah bayi yang meninggal pada fase antara kelahiran hingga bayi belum mencapai umur 1 tahun per 1000 kelahiran hidup.

Angka kematian bayi Kabupaten Lampung Selatan berdasarkan hasil  Susenas Propinsi Lampung Tahun 2002, untuk laki-laki sebesar 46/1000 kelahiran hidup, dan untuk perempuan sebesar 45/ 1000 kelahiran hidup, total kematian bayi sebesar 40/1.000 kelahiran hidup. Untuk target Indikator IIS 2010 adalah 40 per 1.000 kematian bayi. Kasus kematian bayi di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2004 sebesar 236 bayi . Kemudian pada tahun 2005  menjadi 238 kasus, tahun 2006 turun menjadi 227 kasus, kemudian kembali meningkat menjadi 248 kasus di tahun 2007, pada tahun 2008 menurun menjadi 113 kasus

Kasus Kematian Bayi di Wilayah UPT Puskesmas Sidomulyo selama tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut : Pada tahun 2006 terjadi 17 kasus kematian bayi, pada tahun 2007 menurun menjadi 11 kasus dan pada tahun 2008 menurun lagi menjadi 9 kasus, sedangkan pada tahun 2009 terjadi peningkatan kasus menjadi 14 kasus yaitu di Desa Bandar Dalam 1 kasus, Desa Campang Tiga 3 kasus, Desa Talang Baru 1 kasus, Desa Suka Banjar 2 kasus, Desa Suak 1 kasus, Desa Seloretno 2 kasus , Desa Sidodadi 1 kasus, Desa Sidorejo 2 kasus dan di Desa sidomulyo 1 kasus. Berdasarkan data diatas jumlah kematian bayi pada tahun 2009 terjadi peningkatan kasus, hal ini dapat dilihat pada diagram batang berikut ini:

  1. 1. Kasus  Kesakitan / Morbiditas

Angka kesakitan (Morbiditas) mempunyai korelasi yang kuat terhadap tinggi – rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Berikut kondisi morbiditas diwilayah UPT Puskesmas Sidomulyo selama tahun 2009 :

a.         Pola Penyakit

Tingkat kesakitan disuatu wilayah juga mencerminkan situasi derajat kesehatan masyarakat yang ada di dalamnya. Bahkan tingkat morbiditas penyakit menular tertentu yang terkait dengan komitmen internasional senantiasa menjadi sorotan dalam membandingkan kondisi kesehatan antar negara. Pada bab ini disajikan gambaran morbiditas penyakit-penyakit menular dan tidak menular yang dapat menjelaskan keadaan derajat kesehatan masyarakat di Wilayah UPT Puskesmas Sidomulyo.

Kondisi kesehatan masyarakat di wilayah UPT Puskesmas Sidomulyo tahun 2009 dapat dicermati dari pola penyakit penderita yang berkunjung ke sarana kesehatan yaitu puskesmas maupun sarana kesehatan swasta. Berikut menyajikan pola 10 penyakit terbanyak yang berkunjung ke puskesmas dan sarana kesehatan yang ada.Berdasarkan data SP2TP yaitu laporan Data Kesakitan (LB1), sepanjang tahun 2009 tercatat 10 (sepuluh) besar penyakit yang mendominasi penduduk di wilayah kerja UPT Puskesmas Sidomulyo dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

TABEL 2

10 (SEPULUH) BESAR PENYAKIT

DI WILAYAH UPT PUSKESMAS SIDOMULYO TAHUN 2009

NO JENIS PENYAKIT KODE JUMLAH %
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

ISPA

Penyakit lain pd saluran nafas bagian atas

Gastritis

Penyakit pulpa jaringan perpikal

Penyakit pd sistem otot dan jar. Pengikat

Penyakit Hypertensi

Diare

Conjungtivitis virus

Asma

Penyakit kulit infeksi

1302

1303

2201

1501

21

12

0102

1005

1403

2001

3949

1605

1404

1356

1168

1140

391

384

350

342

32,7

13,3

11,6

11,2

9,67

9,4

3,2

3,2

2,9

2,8

JUMLAH 12089 100

Sumber : Hasil Laporan SP2TP LB1 Puskesmas Sidomulyo Tahun 2009

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa penyakit infeksi akut lain pernapasan atas (32,7%) masih merupakan penyakit terbanyak yang ditemukan pada pasien yang berkunjung ke puskesmas dan sarana kesehatan yang ada. Walaupun demikian penyakit tidak menular juga mulai masuk dalam 10 besar penyakit seperti gastritis (11,6%) di peringkat tiga besar, dan hipertensi sebanyak 9,4%.